A. Pencegahan Primer Thalassemia
1. Promosi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)
a.Promosi Kesehatan
b.Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
Pengetahuan mengenai penyakit Thalassemia memegang peranan yang sangat penting dalam program pencegahan Thalassemia di masyarakat. Edukasi tentang penyakit Thalassemia yang bersifat genetik dan diturunkan, serta kasus ”carier” nya di masyarakat.
Pendidikan genetika sebaiknya mulai dini diajarkan di sekolah-sekolah, demikian pula pengetahuan tentang gejala awal Thalassemia. Pengetahuan ini juga sangat penting bagi pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan (calon pengantin) perlu mendapatkan pengetahuan tentang penyakit-penyakit yang dapat diturunkan sehingga timbul awarenes (mawas diri) pada calon pasangan tersebut. Jika pernikahan tetap dilanjutkan, mereka diinformasikan kemungkinan mendapat anak dengan Thalasemia dan pilihan yang dapat dilakukan untuk menghindarinya.
Salah satu cara yang dilakukan dengan memasukkan materi tentang Thalassemia ke dalam kurikulum pendidikan tingkat sekolah menengah, penyebaran informasi melalui media massa (cetak dan elektronik), jaringan internet, brosur dan leafleat, serta menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati hari Thalassemia sedunia yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Tujuan KIE adalah:
- Untuk menumbuhkan sikap serta mempengaruhi dan merubah perilaku masyarakat dalam pengendalian penyakit Thalassemia
- Untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengendalian penyakit Thalassemia
- Untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi masyarakat serta merangsang kegiatan masyarakat dalam pengendalian penyakit Thalassemia.
Sasaran KIE adalah:
a. Tenaga kesehatan
b. Masyarakat umum keluarga dan kelompok yang berpengaruh dan berperan di masyarakat).
Kegiatan KIE meliputi:
- Menyiapkan materi penyuluhan dan mengadakan pelatihan KIE dan penanggulangan penyakit Thalassemia kepada petugas kesehatan (medis dan para medis), kader kesehatan maupun tokoh-tokoh yang ada di masyarakat termasuk guru disekolah.
- Melaksanakan KIE tentang penyakit Thalassemia dan faktor risikonya melalui berbagai jalur media penyuluhan
- Penyuluhan perorangan atau penyuluhan kelompok yang dilaksanakan oleh petugas Puskesmas, Posbindu PTM, kader kesehatan dan lain-lain seperti layanan konseling edukasi penyakit Thalassemia
- Penyuluhan bagi pasien dan keluarga tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit Thalassemia.
- Pengendalian populasi berisiko
Populasi yang berisiko adalah:
a. Seseorang yang mempunyai riwayat anggota keluarga yang menderita Thalassemia, dengan atau tanpa anemia
b. Seseorang dengan anemia disertai MCV dan MCH kurang dari normal (MCV < 80 fL, MCH < 27pg)
c. Seseorang dengan kadar Hb normal dengan MCV dan MCH kurang dari normal (MCV < 80 fL, MCH < 27pg),
Populasi berisiko ini memerlukan informasi, edukasi dan konseling genetik tentang Thalassemia yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mawas diri (awareness).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar